“Datang” ini ada di #SadgenicBook halaman 36.
Silahkan lho yang belum beli bisa ke Toko Buku atau order online di @kurniaesa
#eaaa #jualan ^ ^
Love is not a deal, so there’s no betrayal.
olla : ayik kangen enggak sama kakak?
ayik : nggak. kakak kelamaan nggak pulang-pulang. Ayik lupa kangennya.
….
this is convo about kangen-kangenan between Olla, yang mana adalah *temen saya yg sekolah di Jakarta tapi udah 3 kali puasa tiga kali lebaran gak pulang2* with her little sister, Ayik.
Masalah Merindukan Kalian
Waktu kita untuk bersama sudah hampir habis. Saya sangat, sangat, sangaaaaat mensyukuri kebersamaan kita selama hampir setahun ini. Bersama kalian, saya merasa menjadi apa adanya saya. Saya tidak merasa perlu sungkan untuk lepas terbahak atau bertindak bodoh karena, hey, kalian juga bertindak tanduk tak ubahnya saya :)
Banyak pengalaman yang saya dapat dari cerita yang kita kenang bersama. Banyak ‘untuk pertama kalinya’ yang saya alami bersama kalian. Pertama kalinya punya kelas segila-gilanya orang gila. Pertama kalinya nonton bioskop tengah malam. Pertama kalinya ke Bandung. Pertama kalinya masuk goa maghrib-maghrib dalam guyuran hujan di tengah hutan. Pertama kalinya mulai bepergian tanpa rencana yang jelas kecuali niat. Pertama kalinya memiliki pengalaman pertama kali sebanyak ini.
Tapi saya tidak akan bersedih. Ini bukan perpisahan saya tahu, kita akan berjumpa lagi. Harus berjumpa lagi. Ini hanyalah jarak yang Tuhan ciptakan demi memberi ruang bagi kita untuk saling merindukan. Jangan menyesali waktu kita yang tinggal sedikit. Batas membuat waktu kebersamaan kita lebih berharga. Karena kita butuh spasi untuk menepi, menjadi diri kita sendiri. Nanti, adalah waktu bagi kita untuk meraih asa dan cita untuk kita pamerkan saat kelak berjumpa.
Jadi, selamat saya rindukan kawan. Epicentrum sampai jumpa lagi.
I don’t know the secret to success, but the secret to failure is trying to please everyone.
Aku menunggu kabar dari dari matahari, apakah akan datang pagi? Ataukah akan selalu tersisa menjadi dini hari? Karena waktu merangkak pelan saat menunggu, maka selamat datang dalam hidupku yang berputar begitu lambat.
Bodohkah bila aku iri pada mereka benda mati? Aku iri pada mentari yang selalu menemanimu menyambut hari, sementara disini aku menjalani hidup sendiri. Aku iri pda udara yang merasuk dalam rongga dadamu, mengisi ruang yang enggan ku isi dengan rasaku. Aku iri pada debu yang menempel pada tubuhmu, karena bukan halalku menyentuhmu.
Maka, izinkanlah aku mendoakanku. Mendoa tentangmu adalah caraku memelukmu. Caraku mencintai caraku menyukaimu. Bukan pamrih, terima kasih atau bahkan cintamu yang kuharap sebagai balasan. Aku mendoakanmu, just because I can. Dan jika Tuhan berkenan mengabulkannya, itulah syukur yang lebih dari cukup bagi seorang aku.
